Category: Penyakit

6 Cara Ini Bisa Mencegah Komplikasi Diabetes Melitus

No Comments Penyakit
6 Cara Ini Bisa Mencegah Komplikasi Diabetes Melitus

Diabetes atau kencing manis merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah. Apabila kondisi ini tidak segera diobati, maka mempengaruhi hampir semua organ tubuh lainnya. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga dan memantau kadar gula darah untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes melitus. 

Adapun komplikasi yang bisa muncul jika Anda tidak menjaga asupan gula dan tidak menjalani pengobatan diabetes dengan baik, antara lain :

  • Hipoglikemia dan hiperglikemia
  • Penyakit kardiovaskular
  • Kerusakan saraf
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan penglihatan
  • Masalah kulit, gigi, dan mulut

Cara Mencegah Komplikasi Diabetes Melitus

Selain menjaga asupan gula dan disiplin dalam menjalani pengobatan diabetes, beberapa cara ini bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes melitus ini.

1. Berkomitmen dalam menjalani pengobatan diabetes

Beberapa penderita diabetes seringkali merasa kesulitan ketika harus mengikuti saran dari dokter maupun ahli diet (dietisien). Misalnya, terkait dengan makanan yang harus dihindari, obat yang harus dikonsumsi, ataupun program diet yang harus dijalani. 

Memang, tidak mudah rasanya mengubah kebiasaan lama dan menerapkan kebiasaan baru. Namun, hal ini harus dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes melitus. Oleh karena itu, buatlah komitmen dengan diri sendiri bahwa Anda akan disiplin menjalani pengobatan diabetes ini dan mengikuti saran yang diberikan oleh dokter. Dengan begitu, Anda akan merasa lebih mudah menjalani pengobatan diabetes ini. 

2. Rutin memeriksa kadar gula darah

Dengan rutin memeriksa kadar gula darah harian, Anda bisa mengetahui efek makanan dan aktivitas yang mempengaruhi kadar gula darah. Kebiasaan ini dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi diabetes melitus. 

Untuk memeriksa kadar gula darah, Anda bisa melakukan sendiri di rumah dengan menggunakan alat tes gula darah atau glukometer. Namun, jika Anda ingin memeriksa kadar gula darah 2-3 bulan terakhir, Anda harus melakukannya di rumah sakit dengan menjalani tes haemoglobin A1c (HbA1c).

3. Pilih sumber karbohidrat yang aman

Menderita diabetes bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi karbohidrat seumur hidup. Anda tetap bisa mengonsumsi karbohidrat, tetapi pilihlah sumber karbohidrat yang aman dan dapat dicerna tubuh secara perlahan, seperti umbi-umbian, biji-bijian, kacang-kacangan, dan gandum utuh. Anda juga diperbolehkan mengonsumsi buah-buahan manis asalkan tidak melebihi takaran. Jika masih bingung terkait makanan yang boleh dikonsumsi penderita diabetes, Anda bisa bertanya pada dokter, ahli diet (dietisien), atau ahli gizi. 

4. Turunkan berat badan

Dengan menurunkan berat badan juga bisa menurunkan risiko terjadinya komplikasi diabetes melitus. Tidak perlu langsung menurunkan berkilo-kilo berat badan. Cukup turunkan satu atau setengah kilogram saja. Anda bisa mulai dari mengurangi makanan atau minuman yang tinggi kalori dan gula.

5. Tidur yang cukup

Cara lain untuk mengurangi risiko komplikasi diabetes melitus adalah dengan tidur yang cukup. Idealnya, orang dewasa dianjurkan untuk tidur 7-8 jam. 

Waktu tidur yang terlalu banyak maupun sedikit memiliki dampak yang buruk untuk tubuh. Selain membuat tubuh lemas, Anda juga jadi malas untuk olahraga dan  meningkatkan nafsu untuk makan makanan tinggi karbohidrat. Jadi, pastikan Anda memiliki waktu tidur yang cukup. Dengan begitu, kadar gula darah bisa terkontrol dengan baik. 

6. Rutin berolahraga

Selain menyehatkan dan menurunkan risiko komplikasi diabetes melitus, olahraga secara rutin juga membantu penderita diabetes untuk mencapai berat badan yang ideal, menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, kolesterol, dan mengurangi stres. Beberapa olahraga yang bisa dijadikan pilihan, seperti berjalan santai dan bersepeda dengan durasi setidaknya 30 menit per hari.

Sekilas Tentang Ciputra Medical Center dan Layanan Unggulan di Dalamnya

Semakin padatnya aktifitas harian warga Jakarta, membuat banyak masyarakat di Ibu Kota perlu check up rutin ke Rumah Sakit. Selain rutin berolahraga dan memenuhi asupan makanan bergizi, agaknya warga metropolitan juga perlu mengetahui kondisi kesehatan secara rutin. 

Nah, salah satu rumah sakit terbaik di Kota Jakarta adalah Ciputra Medical Center. Rumah sakit ini merupakan salah satu unit usaha milik Ciputra Group. Mengusung konsep “Gaya Hidup Sehat”, Ciputra Medical Center jadi salah satu layanan kesehatan favorit yang mengedepankan pelayanan berbasis sistem. 

Rumah sakit ini didirikan di lahan seluas 1500 m2, dengan desain yang sangat modern. Berbagai macam layanan kesehatan saling terintegrasi satu sama lain, membuat Rumah Sakit ini layak dijadikan panutan. 

Lokasi Ciputra Medical Center berada di Lotte Shopping Avenue Lt.5 Ciputra World 1 Jakarta, atau Jalan Prof. Dr Satrio Kav. 3-5, Jakarta Selatan. Anda bisa pergi ke Ciputra Medical Center menaiki Lift Lobby Mega Kuningan Langsung Ke Lt 5, tepatnya di atas XL Center atau Food Avenue. 

Layanan di RS Ciputra Medical Center

Guna memberikan pelayanan yang luar biasa, RS Ciputra Medical Center pun menyediakan berbagai macam layanan prima kepada masyarakat. Beberapa jenis pelayanan, termasuk diantaranya:

1. Akupuntur Medik

Anda ingin memperbaiki peredaran darah atau meningkatkan kekebalan tubuh? Bisa dengan mencoba Akupuntur Medik di RS Ciputra. Tak hanya imunitas yang meningkat, wajah Anda juga akan bebas dari jerawat dengan teknik ini. 

2. Dokter Umum Spesialist

Berbagai macam penyakit khusus akan ditangani oleh dokter ahli di RS Ciputra. Tersedia Dokter spesialis THT, Jantung, Akupuntur dan Herbal, Kejiwaan, Gigi Umum dan Spesialistik. Tindakan sederhana pemeriksaan atau operasi bedah bisa dilakukan di sini. 

3. Medical Check Up atau Screening

Bagi masyarakat Jakarta yang ingin mengetahui kondisi kesehatan terkini, sangat bisa lakukan Medical CheckUp terlebih dahulu. Disarankan lakukan Medical Check Up sekali dalam setahun. Dokter akan memeriksa dan memberikan saran tindakan yang bisa Anda ambil. 

4. Mind And Behaviour Clinic

Gangguan psikologis memang tidak boleh dispelekan. Itulah kenapa Ciputra Medical Center memberikan pelayanan terkait kondisi psikologis. Pengubatan Skizofrenia atau depresi akan dilayani oleh dokter yang berpengalaman, menggunakan obat-obatan atau terapi klinis memakai teknologi terbaru. 

5. NDC Aesthetial Dental Clinic

Bagian kesehatan gigi di RS Ciputra Medical Center telah dilatih untuk melayani masyarakat lewat berbagai macam tindakan, seperti halnya Bedah mulut, Ortodentik, Gigi Anak, Prostodonti, Periodonti dan Penyakit Mulut. 

6. Ocupational Health Clinic

Occupational Health Clinic adalah layanan milik RS Ciputra yang tidak dimiliki rumah sakit lainnya. Pasalnya, ini merupakan klinik yang khusus yang didedikasikan bagi para pekerja. Tak hanya fisik, namun juga dokter di RS Ciputra sangat mengerti masalah mental dan sosial yang menganggu karyawan. 

7. Sasana Putra Physioteraphy

Bagi Anda yang sedang alami masalah sendi, otot atau saraf, bisa datangi bagian fisioterapi di Ciputra Medical Center. Dokter-dokter disini akan membantu perbaikan segala hal berkaitan saraf termasuk rehabilitasi setelah stroke maupun pertumbuhan anak yang terlambat. 

8. Sport Injury Clinic

Bagi atlit yang mengalami cidera parah setelah olahraga, bisa mendatangi Ciputra Medical Center untuk memperoleh pelayanan kesehatan terbaik. Berbagai macam treatment pun dilakukan di sini, mulai dari penggunaan jarum padat untuk rehabilitasi medis. Tujuannya adalah untuk relaksasi pada area otot. Tak hanya itu, Ciputra Medical Center juga menyediakan pelayanan kesehatan menggunakan USG untuk mengetahui struktur Jaringan.

7 Penyebab Telinga Terasa Tersumbat yang Perlu Diketahui

Seringkah Anda mengalami telinga terasa tersumbat? Hal tersebut tentunya sangat mengganggu aktivitas pendengaran Anda meskipun masalah ini tidak menimbulkan rasa sakit. Akan tetapi Anda akibatnya tidak bisa mendengar suara begitu jelas karena teredam sehingga suara yang Anda tangkap samar-samar.

Cukup berbahaya juga jika Anda dalam keadaan seperti itu terutama dalam keramaian. Anda bisa jadi tidak akan bisa mendengarkan orang-orang yang berteriak memperingatkan bahaya yang mengancam Anda seperti saat menyeberang jalan.

Karena itulah Anda perlu tahu mengapa Anda bisa dalam keadaan seperti itu. Berikut beberapa penyebabnya.

cara mengatasi telinga tersumbat saat flu

1. Tuba eustachius tersumbat

Penyebab pertama tersumbatnya indra pendengaran Anda adalah karena tuba eustachius yang bermasalah. Tuba eustachius adalah kanal penghubung telinga bagian tengah ke tenggorokan. Pada saluran ini cairan dan lendir akan mengalir dari telinga ke bagian tenggorokan melalui saluran ini.

Namun perjalanan cairan dan lendir ini tidak selalu mulus akibat terjebak pada telinga tengah sehingga telinga Anda pun tersumbat. Adapun terjadinya kondisi ini disebabkan juga oleh beberapa penyakit seperti flu, pilek, dan rhinitis alergi.

2. Berada di ketinggian

Penyebab kedua adalah Anda berada di tempat yang sangat tinggi sehingga berpotensi membuat telinga tersumbat kemampuan pendengarannya. Hal ini dikarenakan adanya perubahan tekanan dalam telinga terhadap tekanan udara di luar, dan hal ini merupakan efek samping yang sering Anda rasakan saat berada di ketinggian.

3. Telinga penuh kotoran

Ini adalah penyebab paling umum telinga Anda sering terasa tersumbat. Kotoran telinga atau serumen sebenarnya mempunyai fungsi yang sangat bagus bagi telinga karena dapat menghalangi dan memerangkap debu, menghambat pertumbuhan kuman, dan mencegah air masuk ke telinga.

Namun jika berlebihan dan menumpuk tentu saja akan menimbulkan ketidaknyamanan sehingga Anda harus membersihkannya dengan cotton bud, dan harus hati-hati supaya kotoran tidak menjorok terlalu dalam, dan cotton bud tidak menyentuh gendang telinga.

4. Neuroma akustik

Apabila Anda sering mengalami telinga tersumbat berulang kali serta tidak bisa dihilangkan sama sekali, kemungkinan Anda mengalami neuroma akustik. Neuroma akustik merupakan kondisi tumbuhnya tumor jinak pada saraf kranial yang mengarah pada telinga. 

Tumor ini biasanya tumbuh sangat lambat namun saat membesar malah akan menghambat telinga Anda. Jika Anda mengalami hal yang demikian, Anda harus segera ke dokter untuk meminta saran tindakan pengobatan.

5. Tersumbatnya sinus

Sinus adalah rongga berbentuk kecil, dan terhubung dengan liang telinga melalui saluran udara di dalam kepala. Apabila rongga ini mengalami sumbatan berpotensi besar mempengaruhi tekanan pada telinga, dan biasanya disertai dengan pilek.

6. Mendengarkan suara secara keras-keras

Mendengarkan suara sangat keras seperti mendengarkan musik melalui earphone, mendengar suara bising atau ledakan berpotensi menyumbat telinga. Hal ini karena adanya gelombang suara cukup besar yang merambat dan mengubah tekanan udara dengan cepat yang belum begitu siap diterima oleh saraf dalam telinga itu sendiri. Akibatnya juga Anda akan menjadi tuli karena serangan suara dari luar tersebut yang sangat cepat merusak gendang telinga Anda.

7. Kemasukan air

Bagi Anda  yang sering berenang tentu sering mengalami kondisi seperti ini. Telinga tiba-tiba menjadi pengang akibat kemasukan air. Kondisi yang disebut juga dengan ear’s swimmer ini juga berpotensi menyebabkan infeksi telinga akibat jamur sehingga Anda harus segera cepat-cepat mengatasinya dengan berjemur untuk menjaga telinga tetap kering dan memakai penutup kepala saat berenang.

Itulah beberapa penyebab telinga terasa tersumbat yang perlu Anda ketahui sehingga dengan begitu Anda bisa tahu cara untuk mencegah atau mengatasinya.

Bagaimana Cara Mengobati Gusi Bengkak yang Menyerang Si Kecil?

Gusi bengkak adalah salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi pada semua usia, termasuk anak-anak. Terkadang gusi balita Anda mungkin bengkak di atas giginya yang menyebabkannya terasa sakit saat mengunyah.

Hal ini tentu akan sangat menyiksa. Untuk itulah, kita perlu mencari langkah mengobati dan mengurangi rasa sakitnya. 

Cara mengobati gusi bengkak pada anak berbeda-beda, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Simak yuk ulasannya berikut ini. 

Perawatan gusi bengkak yang disebabkan oleh gingivitis dilakukan dengan pembersihan karang gigi.

Penyebab Gusi Bengkak pada Anak

Pertumbuhan gigi pada anak umumnya mulai terjadi pada usia 6 bulan hingga 3 tahun. Saat inilah gusi bengkak mungkin menjadi pertanda si Kecil sedang proses tumbuh gigi.

Selain itu, alasan paling umum untuk pembengkakan gusi adalah bakteri di mulut. Biasanya, menyikat gigi secara teratur akan membantu membersihkan bakteri yang dapat menyebabkan gusi membengkak.  

Penyebab gusi bengkak lain yang menyerang anak balita di antaranya:

  • Penyakit gusi yang disebabkan oleh infeksi bakteri kronis. Bentuk sedang disebut Gingivitis dan bentuk parah disebut Periodontitis.
  • Mulut kering yang dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mendasarinya, jadi jika pembengkakan gusi anak Anda disebabkan oleh hal ini, pastikan untuk menemui dokter, ya.
  • Malnutrisi
  • Trauma mulut yang dapat disebabkan oleh apa saja, mulai dari menyikat terlalu keras hingga jatuh yang tidak disengaja.  

Pastikan untuk melacak kebiasaan anak Anda dan kemungkinan cedera baru-baru ini sehingga Anda dapat memberitahu dokter gigi Anda ketika Anda tiba untuk janji temu.

Cara Mengobati Gusi Bengkak pada Anak

Jika gusi bengkak tidak diobati, maka kondisi ini dapat menjadi periodontitis. Bahkan, pada kasus yang parah, gusi bengkak akibat radang gusi bisa menyebabkan gigi tanggal atau copot dengan sendirinya.

Untuk mengatasinya, ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan dokter gigi, yaitu pembersihan karang gigi (scaling), perawatan saluran akar gigi, hingga pemberian antibiotik dan operasi apabila radang gusi sudah cukup parah.

Selain itu, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai cara mengobati gusi bengkak pada anak ketika ia tidak dapat segera menemui dokter gigi.

Berikut ini diantaranya: 

  • Pastikan dia menyikat dengan lembut secara teratur. Jika kebiasaan gigi yang buruk adalah penyebab gusi bengkak pada anak Anda, maka memperbaiki kebiasaan tersebut akan membantu memperbaiki kondisi gusi.
  • Pastikan anak Anda makan makanan yang tepat dan mendapatkan banyak air. Menambahkan lebih banyak buah dan sayuran dan menghindari kafein dan soda dapat membuat perbedaan.
  • Mintalah anak berkumur dengan campuran air garam.
  • Berhati-hatilah untuk tidak menggunakan obat kumur atau pasta gigi yang mengiritasi gusi. Pasti menghindari mereka jika mereka termasuk alkohol.
  • Jika anak Anda sudah cukup besar, minta ia berkumur dengan larutan air garam.
  • Gunakan kompres panas untuk membantu mengatasi rasa sakit pada gusi anak yang membengkak di atas giginya
  • Jika gusi mereka sangat besar, kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan. 
  • Pastikan anak Anda minum banyak air, karena ini merangsang produksi air liur, yang membantu mengurangi bakteri di mulut.

Pemeriksaan Gusi Bengkak di Dokter Gigi

Jika telah mencoba cara tersebut tetapi si Kecil tetap mengalami gusi bengkak, maka tetap tenang dan segeralah menjadwalkan janji temu dengan dokter gigi sesegera mungkin. 

Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab dan pengobatan terbaik untuk pembengkakan.

Jika penyakit gusi adalah penyebabnya, dokter gigi Anda dapat merekomendasikan obat kumur dan/atau pasta gigi khusus untuk mengobati infeksi. 

Jika penyakit gusi sudah sangat parah, mereka mungkin menggunakan proses yang disebut scaling untuk membersihkan plak dan bakteri dari gigi dan gusi. Perawatan ini akan membantu menghentikan perkembangan penyakit gusi dan memastikan gigi terhubung kembali ke gusi dengan lancar.

Cegah Agar Si Kecil Tak Lagi Mengalami Gusi Bengkak 

Setelah pembengkakan gusi anak membaik, pastikan itu tidak kembali dengan mempraktikkan kebersihan mulut yang teratur dan benar. Bantu si Kecil menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit setiap kali. Pastikan juga mereka rajin berkumur minimal sekali sehari. 

Terakhir, Anda juga harus memastikan melakukan pemeriksaan gigi anak Anda secara teratur. 

Mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan tidak hanya membantu menjaga gigi mereka tetap bersih (terutama di tempat yang sulit dijangkau) tetapi juga membantu dokter gigi Anda menemukan masalah potensial dan mengatasinya lebih awal.