Tag: Obat

Strocain Tablet 400mg, Apa Kegunaannya?

No Comments Obat

Strocain tablet adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi berbagai gejala penyakit akibat saluran cerna. Didalamnya terdapat zat aktif polymigel sebanyak 400 mg yang berfungsi untuk meredakan berbagai keluhan pada pencernaan. 

Beberapa manfaat atau indikasi obat strocain tablet:  

  • Nyeri lambung
  • Heartburn
  • Mual muntah
  • Tennesmus (rasa ingin buang air besar yang hilang timbul)
  • Keram perut
  • Gastritis akut

Cara penggunaan obat strocain tablet:

Strocain tablet dapat diminum 15 menit hingga 1 jam sebelum makan atau sesuai dosis dan anjuran. Penggunaan pada orang dewasa dapat dilakukan 3-4 kali sehari sebanyak 1-2 tablet. Sedangkan pada anak dibawah 12 tahun 3-4 kali sehari sebanyak 1 tablet.

Adakah efek samping yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi obat ini?

Terdapat beberapa efek samping yang mungkin bisa timbul setelah penggunaan strocain tablet yaitu mual, muntah, diare, hingga konstipasi (gangguan buang air besar). Penggunaan dalam dosis besar serta dalam waktu yang lama mampu mempengaruhi fungsi hati dan ginjal pengguna obat.

Hal yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi strocain tablet?

-orang dengan riwayat gangguan ginjal dan fungsi hati sebaiknya mengkonsultasikan penggunaan obat terlebih dahulu pada dokter

-Ibu hamil dan menyusui juga sebaiknya mengkonsultasikan penggunaan obat strocain tablet pada dokter sebelum mengkonsumsinya karena ditakutkan akan ada efek samping kurang baik yang dapat mempengaruhi janin atau asi pada Ibu.

-orang dengan kadar kalsium tinggi (hiperkalsemia) sebaiknya meminimalisir penggunaan obat strocain tablet

-orang dengan riwayat alergi pada kandungan obat (zat aktif polymigel), pasien dengan perawatan cuci darah, serta orang dengan kadar tiroid yang rendah tidak disarankan menggunakan obat ini.

-konsultasikan pada dokter jika Anda sedang mengkonsumsi obat lain selain strocain tablet karena ditakutkan akan terjadi penurunan fungsi dan efektivitas obat.

-saat gejala yang dirasakan tak juga mengalami perubahan setelah 2 minggu mengkonsumsi obat, hentikan penggunaan dan segera konsultasikan keluhan yang dirasakan pada dokter.

-saat terdapat gejala seperti mual muntah, diare, dan hingga konstipasi setelah penggunaan strocain tablet, hentikan penggunaan obat dan konsultasikan pada dokter spesialis agar mendapat perawatan lebih lanjut.

Ini Hal Yang Harus dilakukan saat Asma Tiba-Tiba Kambuh

No Comments Obat

Asma merupakan salah satu penyakit pernapasan yang bisa datang kapan saja. Saat asma kambuh, penderita akan mengalami gejala berupa sesak napas, nyeri pada dada, hingga lemas. Ini terjadi akibat menyempitnya saluran pernapasan penderita asma, serta terdapat lendir berlebih pada saluran pernapasan yang akhirnya menyebabkan penderita mengalami kesulitan untuk bernapas. 

Lalu apa sebenarnya penyebab asma?

Asma dapat terjadi oleh berbagai faktor. Mulai dari alergi, udara, debu dan kotoran, aktivitas fisik, terjangkit virus, hingga faktor genetik seseorang. Jika ada pemicu yang menyebabkan terjadinya asma, asma dapat terjadi kapan saja, dan akan semakin memburuk saat kita tidak tau bagaimana cara menanganinya dengan baik. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan saat serangan asma tiba-tiba kambuh:

1. Jauhi pemicunya

Asma pasti dipicu oleh beberapa hal. Saat asma dipicu oleh alergi akibat asap atau bulu hewan jauhkan penderita dari pemicu tersebut agar tidak memperparah gejalanya. 

2. Atur posisi senyaman mungkin

Ternyata bukan posisi tidur yang disarankan saat asma kambuh secara tiba-tiba. Anda dapat duduk tegak senyaman mungkin lalu coba bernapas seperti biasa. Bila diperlukan, longgarkan pakaian yang dikenakan agar dapat lebih leluasa bernapas. 

3. Atur napas perlahan

Saat asma kambuh tiba-tiba, napas akan lebih pendek dan tidak stabil. Saat napas sulit diatur yang bisa Anda coba lalukan adalah dengan mengatur napas pada teknik pernapasan buteyko. 

Teknik ini dilakukan untuk mengoptimalkan oksigen pada penderita gangguan pernapasan seperti asma. Caranya, Anda dapat melalukannya dengan bernapas dari hidung tanpa menggunakan mulut sama sekali. Teknik ini dipercaya dapat memperbaiki pola napas penderita asma agar lebih baik.

3. Gunakan alat bantu inhaler

Setelah mengatur napas, setelahnya Anda dapat menggunakan alat bantu inhaler untuk mengurangi gejala asma. Inhaler adalah obat hirup model semprot yang dapat mengatasi gejala asma. Salah satu obat yang dapat Anda coba adalah Berotec spray

Berotec spray merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit pernapasan seperti serangan asma serta penyakit lainnya yang berhubungan dengan pernapasan. Didalam Berotex spray terdapat kandungan Fenoterol yang bekerja untuk meringankan gejala asma saat dengan cara melebarkan saluran pernapasan yang mengalami penyempitan

Untuk menggunakannya, Anda dapat melepaskan tutupnya lalu mengocok Berotex spray selama beberapa detik, kemudian posisikan badan dengan nyaman dan sedikit miringkan kepala kebelakang. 

Tempatkan corong inhaler dimulut dan pada saat bersamaan tekan inhaler dengan kedua tangan lalu tarik napas segera. Setelahnya bernafas seperti biasa dan tahan napas selama 10 detik agar kandungan Berotec spray masuk kedalam saluran pernapasan. 

Anda bisa tunggu selama beberapa menit untuk melihat perubahan gejala, jika diperlukan Anda bisa menambahkan satu kali inhaler Berotec spray.

4. Konsumsi air hangat 

Saat asma kambuh, tak jarang akan muncul batuk pada penderita. Untuk sedikit meringankan gejala batuk, Anda bisa minum air putih hangat atau teh hangat. Selain itu hal ini juga sedikit membuka saluran napas sehingga penderita merasa sedikit lebih ringan pernapasannya.

Itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan saat gejala asma tiba-tiba kambuh. Jika setelah melakukan hal tersebut gejala tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, segera bawa kerumah sakit agar mendapat pertolongan dokter.

Seberapa Penting Melakukan Imunisasi Tifoid?

No Comments Obat
vaksin tifoid

Tifoid adalah sejenis demam parah yang terjadi akibat infeksi bakteri. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat penularan bakteri dari makanan dan minuman yang terkontaminasi. Imunisasi tifoid sering dilakukan pada anak-anak guna menghindari kondisi ini.

Tidak semua orang tahu apa kegunaan vaksin tifoid. Karena itu, banyak yang masih bertanya-tanya, seberapa pentingkah sebenarnya melakukan vaksinasi tifoid?

Kegunaan Imunisasi Tifoid

Pada dasarnya, imunisasi atau vaksinasi dilakukan guna mencegah seseorang terkena suatu penyakit tertentu. Hal ini juga berlaku bagi vaksinasi tifoid. Melakukan vaksinasi tifoid berfungsi untuk mencegah Anda dari penyakit demam tifoid.

Perlu diperhatikan, setelah menerima vaksin, bukan berarti Anda akan seratus persen kebal dari demam tifoid. Hanya saja, risiko untuk terkena penyakit itu menjadi jauh lebih rendah. Kalau sampai Anda terinfeksi pun, gejalanya tidak akan terlalu parah dan lebih mudah disembuhkan.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya menerima vaksinasi tifoid sejak dini guna terhindar dari penyakit tersebut. 

Siapa saja yang menerima imunisasi?

Imunisasi tifoid sebenarnya bisa diberikan kepada siapa saja. Akan tetapi, beberapa orang dalam golongan tertentu direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin ini. Mereka adalah: 

  • Orang-orang yang tinggal bersama atau melakukan kontak dengan penderita demam tifoid
  • Pekerja di laboratorium mikrobiologi yang menangani sampel tifoid
  • Wisatawan yang melakukan perjalanan ke daerah dengan tingkat paparan tifoid cukup tinggi

Vaksinasi tifoid tidak selalu diwajibkan untuk melakukan perjalanan internasional. Akan tetapi, beberapa negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan mengharuskan vaksinasi sebagai persyaratan perjalanan.

Vaksin tidak dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang sedang menderita penyakit atau berusia di bawah 6 tahun. Sebaiknya, tunggu sampai kondisi kesehatan Anda sudah pulih sepenuhnya untuk melakukan imunisasi. 

Jenis-jenis vaksin tifoid dan cara menerimanya

Ada dua jenis vaksin utama yang umumnya diberikan untuk peserta imunisasi. Dua jenis vaksin tersebut terdiri atas:

  • Typhim Vi

Jenis vaksin yang satu ini diberikan dengan menggunakan jarum suntik sekali pakai. Pemberiannya dilakukan sebanyak satu dosis.

Imunisasi tifoid dengan jenis vaksin ini diberikan untuk anak-anak yang sudah berusia di atas dua tahun. Hasil dari vaksin akan baru benar-benar bekerja setelah sekitar dua minggu. 

Untuk hasil yang maksimal, Anda bisa mendapatkan dosis tambahan untuk jenis vaksin ini setiap dua tahun sekali. 

  • Vivotif

Jenis vaksin Vivotif hadir dalam bentuk kapsul. Ini merupakan jenis vaksinasi oral yang diberikan kepada anak di atas usia 6 tahun sampai orang dewasa. 

Dosis untuk vivotif adalah sebanyak empat dosis, dikonsumsi dalam jarak dua hari. Hasil dari konsumsi dosis terakhir akan benar-benar bekerja setelah satu minggu. 

Setiap lima tahun, Anda bisa mendapatkan vaksin tambahan untuk meningkatkan hasil dari imunisasi ini.

Ketika akan menentukan jenis imunisasi tifoid yang mau dilakukan, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda. Dokter akan menganjurkan jenis imunisasi yang paling tepat, sesuai dengan kondisi Anda atau anak Anda. 

Pemberian vaksin berfungsi sebagai upaya pencegahan. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan tunggu sampai anak mengalami gejala tifoid baru melakukan vaksinasi. 

Sebagai orang tua, Anda harus rutin memperhatikan perkembangan kesehatan anak Anda. Anda juga yang harus mengingat jadwal-jadwal untuk melakukan imunisasi anak. 

Konsultasikan juga pada dokter apabila anak Anda menderita kondisi medis tertentu, agar dokter bisa mempertimbangkannya sebelum menentukan imunisasi tifoid untuk anak.

Waktu yang Tepat untuk Lakukan Vaksin Typhoid

No Comments Obat

Merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit tifus atau tipers disebut dengan vaksin typhoid. Pemberian vaksin ini menjadi salah satu imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah Indonesia, bukan tanpa alasan. Dikarenakan hingga saat ini masih banyak ditemui kasus penyakit tipes yang terjadi di Indonesia.

Demam tipes muncul karena infeksi bakteri Salmonella typhi yang menular, penularan tipes bisa berasal dari makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Selain itu, lingkungan tidak higienis juga dapat menjadi salah satu faktornya, kasus yang disebabkan bakteri ini masih cukup tinggi terjadi di Indonesia, vaksin menjadi langkah pencegahan.

Vaksin Typhoid

Di Indonesia angka kasus penyakit demam tifoid masih cukup tinggi dengan setidaknya dengan perkiraan 600 ribu kasus per tahunnya. Guna menekan angka tersebut, pemberian vaksin dinilai sebagai langkah penting untuk mencegah. Selain menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi, pemberian vaksin sangat penting namun harus jelas kapan waktu yang tepat.

Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak dicegah dengan tepat, salah satunya dengan cara pemberian vaksin. Berdasarkan acuan jadwal imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian vaksin sebaiknya diberikan saat anak sudah berusia di atas dua tahun, kemudian diulang setiap tiga tahun.

Vaksin ini memang digunakan untuk menghentikan infeksi penyakit, meskipun kinerja vaksin tidak selalu 100 persen efektif. Maka dari itu, orang tua tetap harus memastikannya sendiri, dengan cara menjaga konsumsi makan tetap terjaga dan tidak tercemar bakteri penyebab infeksi ini. Selain anak dan orang dewasa, berikut kategori tertentu yang wajib mendapatkan vaksin ini.

  • Orang dengan pekerjaan di laboratorium dan bersentuhan dengan bakteri.
  • Orang yang bekerja atau kerap bepergian ke daerah endemik, khususnya tempat penularan tifoid.
  • Kondak dekat dengan pengidap penyakit infeksi ini, terutama yang sudah mengalami demam.
  • Berada di lingkungan yang udara atau tanah dengan risiko terkontaminasi bakteri.

Vaksin tifoid jenis polisakarida dapat diberikan pada orang dewasa dan anak yang berusia di atas dua tahun, sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini dua minggu bagi seseorang yang ingin melakukan perjalanan ke daerah endemik. 

Sementara itu dokter mungkin akan memberikan dosis tambahan jika pasien memiliki risiko terinfeksi kembali di kemudian hari. Perlu diketahui jarak pemberian vaksin adalah tiga tahun setelah suntikan pertama, sementara vaksin tifoid orang dapat diberikan pada anak usia enam tahun serta orang dewasa.

Efek Samping Vaksin

Sama seperti vaksin pada umumnya, beberapa efek samping akan muncul dan dirasakan pasien setelah mendapat suntikan vaksin. Efek yang muncul seperti nyeri di bekas suntikan, demam dan nyeri otot. Untuk vaksin oral, efek samping yang muncul adalah rasa sakit pada perut hingga menyebabkan mual.

Namun demikian efek samping vaksin thypoid jarang terjadi dan biasanya bersifat ringan atau mereda dengan sendirinya dalam kurun beberapa waktu hari. Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada jika efek samping yang muncul tak berhenti mereda setelah beberapa hari muncul reaksi alergi terhadap vaksin.

Hal lain yang perlu ditekankan adalah vaksin ini tidak bisa sepenuhnya menjaga penyakit tipes, hal ini memaksa seseprang untuk tetap melakukan langkah penanganan meskipun sudah mendapat imunisasi atau pemberian vaksin tipes ini. Langkah yang bisa dilakukan dapat dengan mengonsumsi makanan dan minuman sehat yang higienis serta biasakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu.