Tag: Obat

Seberapa Penting Melakukan Imunisasi Tifoid?

No Comments Obat
vaksin tifoid

Tifoid adalah sejenis demam parah yang terjadi akibat infeksi bakteri. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat penularan bakteri dari makanan dan minuman yang terkontaminasi. Imunisasi tifoid sering dilakukan pada anak-anak guna menghindari kondisi ini.

Tidak semua orang tahu apa kegunaan vaksin tifoid. Karena itu, banyak yang masih bertanya-tanya, seberapa pentingkah sebenarnya melakukan vaksinasi tifoid?

Kegunaan Imunisasi Tifoid

Pada dasarnya, imunisasi atau vaksinasi dilakukan guna mencegah seseorang terkena suatu penyakit tertentu. Hal ini juga berlaku bagi vaksinasi tifoid. Melakukan vaksinasi tifoid berfungsi untuk mencegah Anda dari penyakit demam tifoid.

Perlu diperhatikan, setelah menerima vaksin, bukan berarti Anda akan seratus persen kebal dari demam tifoid. Hanya saja, risiko untuk terkena penyakit itu menjadi jauh lebih rendah. Kalau sampai Anda terinfeksi pun, gejalanya tidak akan terlalu parah dan lebih mudah disembuhkan.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya menerima vaksinasi tifoid sejak dini guna terhindar dari penyakit tersebut. 

Siapa saja yang menerima imunisasi?

Imunisasi tifoid sebenarnya bisa diberikan kepada siapa saja. Akan tetapi, beberapa orang dalam golongan tertentu direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin ini. Mereka adalah: 

  • Orang-orang yang tinggal bersama atau melakukan kontak dengan penderita demam tifoid
  • Pekerja di laboratorium mikrobiologi yang menangani sampel tifoid
  • Wisatawan yang melakukan perjalanan ke daerah dengan tingkat paparan tifoid cukup tinggi

Vaksinasi tifoid tidak selalu diwajibkan untuk melakukan perjalanan internasional. Akan tetapi, beberapa negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan mengharuskan vaksinasi sebagai persyaratan perjalanan.

Vaksin tidak dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang sedang menderita penyakit atau berusia di bawah 6 tahun. Sebaiknya, tunggu sampai kondisi kesehatan Anda sudah pulih sepenuhnya untuk melakukan imunisasi. 

Jenis-jenis vaksin tifoid dan cara menerimanya

Ada dua jenis vaksin utama yang umumnya diberikan untuk peserta imunisasi. Dua jenis vaksin tersebut terdiri atas:

  • Typhim Vi

Jenis vaksin yang satu ini diberikan dengan menggunakan jarum suntik sekali pakai. Pemberiannya dilakukan sebanyak satu dosis.

Imunisasi tifoid dengan jenis vaksin ini diberikan untuk anak-anak yang sudah berusia di atas dua tahun. Hasil dari vaksin akan baru benar-benar bekerja setelah sekitar dua minggu. 

Untuk hasil yang maksimal, Anda bisa mendapatkan dosis tambahan untuk jenis vaksin ini setiap dua tahun sekali. 

  • Vivotif

Jenis vaksin Vivotif hadir dalam bentuk kapsul. Ini merupakan jenis vaksinasi oral yang diberikan kepada anak di atas usia 6 tahun sampai orang dewasa. 

Dosis untuk vivotif adalah sebanyak empat dosis, dikonsumsi dalam jarak dua hari. Hasil dari konsumsi dosis terakhir akan benar-benar bekerja setelah satu minggu. 

Setiap lima tahun, Anda bisa mendapatkan vaksin tambahan untuk meningkatkan hasil dari imunisasi ini.

Ketika akan menentukan jenis imunisasi tifoid yang mau dilakukan, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda. Dokter akan menganjurkan jenis imunisasi yang paling tepat, sesuai dengan kondisi Anda atau anak Anda. 

Pemberian vaksin berfungsi sebagai upaya pencegahan. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan tunggu sampai anak mengalami gejala tifoid baru melakukan vaksinasi. 

Sebagai orang tua, Anda harus rutin memperhatikan perkembangan kesehatan anak Anda. Anda juga yang harus mengingat jadwal-jadwal untuk melakukan imunisasi anak. 

Konsultasikan juga pada dokter apabila anak Anda menderita kondisi medis tertentu, agar dokter bisa mempertimbangkannya sebelum menentukan imunisasi tifoid untuk anak.

Waktu yang Tepat untuk Lakukan Vaksin Typhoid

No Comments Obat

Merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit tifus atau tipers disebut dengan vaksin typhoid. Pemberian vaksin ini menjadi salah satu imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah Indonesia, bukan tanpa alasan. Dikarenakan hingga saat ini masih banyak ditemui kasus penyakit tipes yang terjadi di Indonesia.

Demam tipes muncul karena infeksi bakteri Salmonella typhi yang menular, penularan tipes bisa berasal dari makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Selain itu, lingkungan tidak higienis juga dapat menjadi salah satu faktornya, kasus yang disebabkan bakteri ini masih cukup tinggi terjadi di Indonesia, vaksin menjadi langkah pencegahan.

Vaksin Typhoid

Di Indonesia angka kasus penyakit demam tifoid masih cukup tinggi dengan setidaknya dengan perkiraan 600 ribu kasus per tahunnya. Guna menekan angka tersebut, pemberian vaksin dinilai sebagai langkah penting untuk mencegah. Selain menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi, pemberian vaksin sangat penting namun harus jelas kapan waktu yang tepat.

Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak dicegah dengan tepat, salah satunya dengan cara pemberian vaksin. Berdasarkan acuan jadwal imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian vaksin sebaiknya diberikan saat anak sudah berusia di atas dua tahun, kemudian diulang setiap tiga tahun.

Vaksin ini memang digunakan untuk menghentikan infeksi penyakit, meskipun kinerja vaksin tidak selalu 100 persen efektif. Maka dari itu, orang tua tetap harus memastikannya sendiri, dengan cara menjaga konsumsi makan tetap terjaga dan tidak tercemar bakteri penyebab infeksi ini. Selain anak dan orang dewasa, berikut kategori tertentu yang wajib mendapatkan vaksin ini.

  • Orang dengan pekerjaan di laboratorium dan bersentuhan dengan bakteri.
  • Orang yang bekerja atau kerap bepergian ke daerah endemik, khususnya tempat penularan tifoid.
  • Kondak dekat dengan pengidap penyakit infeksi ini, terutama yang sudah mengalami demam.
  • Berada di lingkungan yang udara atau tanah dengan risiko terkontaminasi bakteri.

Vaksin tifoid jenis polisakarida dapat diberikan pada orang dewasa dan anak yang berusia di atas dua tahun, sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini dua minggu bagi seseorang yang ingin melakukan perjalanan ke daerah endemik. 

Sementara itu dokter mungkin akan memberikan dosis tambahan jika pasien memiliki risiko terinfeksi kembali di kemudian hari. Perlu diketahui jarak pemberian vaksin adalah tiga tahun setelah suntikan pertama, sementara vaksin tifoid orang dapat diberikan pada anak usia enam tahun serta orang dewasa.

Efek Samping Vaksin

Sama seperti vaksin pada umumnya, beberapa efek samping akan muncul dan dirasakan pasien setelah mendapat suntikan vaksin. Efek yang muncul seperti nyeri di bekas suntikan, demam dan nyeri otot. Untuk vaksin oral, efek samping yang muncul adalah rasa sakit pada perut hingga menyebabkan mual.

Namun demikian efek samping vaksin thypoid jarang terjadi dan biasanya bersifat ringan atau mereda dengan sendirinya dalam kurun beberapa waktu hari. Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada jika efek samping yang muncul tak berhenti mereda setelah beberapa hari muncul reaksi alergi terhadap vaksin.

Hal lain yang perlu ditekankan adalah vaksin ini tidak bisa sepenuhnya menjaga penyakit tipes, hal ini memaksa seseprang untuk tetap melakukan langkah penanganan meskipun sudah mendapat imunisasi atau pemberian vaksin tipes ini. Langkah yang bisa dilakukan dapat dengan mengonsumsi makanan dan minuman sehat yang higienis serta biasakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu.