Kenali 5 Bahaya Tato di Lengan Ini

Kenali 5 Bahaya Tato di Lengan Ini

Bagi sebagian orang, tato di lengan, punggung atau bagian tubuh lain lebih dari sekedar membuat penampilan lebih keren. Namun, tato juga sebagai bentuk mengekspresikan diri atau menunjukkan identitas diri dan komunitas tertentu. Bahkan saat ini tato juga digunakan untuk kecantikan, seperti sulam alis dan bibir. 

Sebelum memutuskan membuat tato di lengan, punggung, atau bagian tubuh lainnya, sebaiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu. Tak hanya rasa sakit, tapi bahaya tato untuk kesehatan juga harus dipikirkan matang-matang. 

Bahaya Tato di Lengan Terhadap Kesehatan

Sebenarnya tidak hanya tato di lengan saja, tetapi tato di bagian tubuh lain juga bisa berdampak bagi kesehatan tubuh. Namun, tato di lengan menjadi yang paling rentan terkena berbagai masalah karena sering terkena air, sabun, dan kotoran. 

Berikut beberapa bahaya membuat tato di lengan terhadap kesehatan:

1. Infeksi Kulit

Tato di lengan dan bagian tubuh lain dibuat dengan cara tinta yang dimasukkan ke lapisan kulit menggunakan sebuah alat mirip seperti pulpen ukuran besar dengan jarum di bagian ujungnya. Jarum ini harus dalam keadaan steril karena akan masuk ke dalam tubuh. Tak hanya jarum, tetapi tinta tato pun harus steril. Apabila tidak steril, besar kemungkinan Anda akan terkena infeksi kulit. 

Staphylococcus dan Mycobacterium adalah dua jenis bakteri yang bisa menyebabkan infeksi kulit setelah melakukan tato di lengan.Adapun gejala infeksi kulit yang dirasakan, antara lain:

  • Terjadi pembengkakan
  • Timbul rasa gatal dan kemerahan
  • Nyeri
  • Demam
  • Badan panas dingin

Jika Anda mengalami gejala tersebut setelah ditato, segera temui dokter untuk mendapatkan pengobatan. 

Selain infeksi kulit, pembuatan tato juga meningkatkan risiko terkena penyakit, seperti hepatitis B dan C, HIV, dan tetanus.

2. Reaksi Alergi

Jika Anda memiliki kulit yang sensitif atau punya riwayat alergi, mungkin perlu berpikir dua kali sebelum membuat tato. Sebab, besar kemungkinan akan terjadi reaksi alergi yang disebabkan oleh bahan kimia yang terkandung dalam tinta, terutama warna tinta merah, hijau, kuning, dan biru. 

Reaksi alergi ini bisa berlangsung sebentar bahkan bertahun-tahun setelah Anda membuat tato di lengan atau bagian tubuh lain. Gejala yang ditimbulkan seperti, ruam, gatal, kemerahan, dan bengkak pada kulit tubuh yang di tato. Oleh karena itu, bagi Anda pemilik kulit sensitif, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum membuat tato. 

3. Muncul Jaringan Parut

Ketika membuat tato, jarum akan melukai permukaan kulit untuk menghasilkan gambar tato yang diinginkan. Setelah itu, luka harus dirawat hingga sembuh. Namun, luka bekas tato yang tidak dirawat dengan baik dapat tidak hanya menyebabkan infeksi kulit dan reaksi alergi saja, tapi juga muncul tonjolan jaringan parut  yang disebut keloid pada permukaan kulit. Hasilnya, tinta tato menjadi tidak rata. 

Keloid dapat berkembang 3 sampai 12 bulan. Untuk menghilangkannya, Anda mungkin memerlukan perawatan dermatologis, seperti pembedahan. 

4. Komplikasi MRI

Jika Anda sedang menjalani pengobatan yang mengharuskan Anda melakukan  magnetic resonance imaging (MRI) secara teratur, sebaiknya Anda menunda keinginan untuk membuat tato pada bagian ini. 

Memang, tato jarang menimbulkan pembengkakan atau rasa terbakar pada area sekitar pemeriksaan MRI. Akan tetapi, kemungkinan terjadi komplikasi setelah pemeriksaan MRI tetap ada. 

Selain itu, tato juga dapat mempengaruhi keakuratan hasil MRI. Sebab, gambar yang dihasilkan jadi berwarna abu-abu yang tidak jelas dan sulit dibaca.

5. Kanker

Melansir dari Penn Medicine, meskipun belum ditemukan adanya hubungan langsung antara tato dan kanker, tetapi beberapa bahan yang terkandung dalam tinta tato kemungkinan bisa memicu munculnya kanker, terutama tinta hitam.

Tinta hitam mengandung benzo(a)pyrene atau BaP yang sangat tinggi dan termasuk dalam senyawa karsinogenik oleh International Agency for Research on Cancer (IARC). Sayangnya, tinta warna hitam ini justru sering digunakan orang saat membuat tato di lengan atau bagian tubuh lain. Anda mungkin tidak akan mengalami efek sampingnya secara langsung. Namun, seiring waktu efek samping bisa saja muncul, terutama ketika warna tato mulai memudar. 

Ketika warna tato mulai memudar dan kehilangan pigmentasinya, kemungkinan akan terbentuk banyak senyawa-senyawa pemicu kanker. 

Itulah beberapa bahaya membuat tato di lengan, punggung, maupun bagian tubuh lainnya. Pastikan Anda sudah mempertimbangkannya dengan matang dan berkonsultasi dengan dokter jika memiliki riwayat alergi atau kulit sensitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *