Waktu yang Tepat untuk Lakukan Vaksin Typhoid

No Comments Obat

Merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit tifus atau tipers disebut dengan vaksin typhoid. Pemberian vaksin ini menjadi salah satu imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah Indonesia, bukan tanpa alasan. Dikarenakan hingga saat ini masih banyak ditemui kasus penyakit tipes yang terjadi di Indonesia.

Demam tipes muncul karena infeksi bakteri Salmonella typhi yang menular, penularan tipes bisa berasal dari makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Selain itu, lingkungan tidak higienis juga dapat menjadi salah satu faktornya, kasus yang disebabkan bakteri ini masih cukup tinggi terjadi di Indonesia, vaksin menjadi langkah pencegahan.

Vaksin Typhoid

Di Indonesia angka kasus penyakit demam tifoid masih cukup tinggi dengan setidaknya dengan perkiraan 600 ribu kasus per tahunnya. Guna menekan angka tersebut, pemberian vaksin dinilai sebagai langkah penting untuk mencegah. Selain menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi, pemberian vaksin sangat penting namun harus jelas kapan waktu yang tepat.

Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak dicegah dengan tepat, salah satunya dengan cara pemberian vaksin. Berdasarkan acuan jadwal imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian vaksin sebaiknya diberikan saat anak sudah berusia di atas dua tahun, kemudian diulang setiap tiga tahun.

Vaksin ini memang digunakan untuk menghentikan infeksi penyakit, meskipun kinerja vaksin tidak selalu 100 persen efektif. Maka dari itu, orang tua tetap harus memastikannya sendiri, dengan cara menjaga konsumsi makan tetap terjaga dan tidak tercemar bakteri penyebab infeksi ini. Selain anak dan orang dewasa, berikut kategori tertentu yang wajib mendapatkan vaksin ini.

  • Orang dengan pekerjaan di laboratorium dan bersentuhan dengan bakteri.
  • Orang yang bekerja atau kerap bepergian ke daerah endemik, khususnya tempat penularan tifoid.
  • Kondak dekat dengan pengidap penyakit infeksi ini, terutama yang sudah mengalami demam.
  • Berada di lingkungan yang udara atau tanah dengan risiko terkontaminasi bakteri.

Vaksin tifoid jenis polisakarida dapat diberikan pada orang dewasa dan anak yang berusia di atas dua tahun, sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini dua minggu bagi seseorang yang ingin melakukan perjalanan ke daerah endemik. 

Sementara itu dokter mungkin akan memberikan dosis tambahan jika pasien memiliki risiko terinfeksi kembali di kemudian hari. Perlu diketahui jarak pemberian vaksin adalah tiga tahun setelah suntikan pertama, sementara vaksin tifoid orang dapat diberikan pada anak usia enam tahun serta orang dewasa.

Efek Samping Vaksin

Sama seperti vaksin pada umumnya, beberapa efek samping akan muncul dan dirasakan pasien setelah mendapat suntikan vaksin. Efek yang muncul seperti nyeri di bekas suntikan, demam dan nyeri otot. Untuk vaksin oral, efek samping yang muncul adalah rasa sakit pada perut hingga menyebabkan mual.

Namun demikian efek samping vaksin thypoid jarang terjadi dan biasanya bersifat ringan atau mereda dengan sendirinya dalam kurun beberapa waktu hari. Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada jika efek samping yang muncul tak berhenti mereda setelah beberapa hari muncul reaksi alergi terhadap vaksin.

Hal lain yang perlu ditekankan adalah vaksin ini tidak bisa sepenuhnya menjaga penyakit tipes, hal ini memaksa seseprang untuk tetap melakukan langkah penanganan meskipun sudah mendapat imunisasi atau pemberian vaksin tipes ini. Langkah yang bisa dilakukan dapat dengan mengonsumsi makanan dan minuman sehat yang higienis serta biasakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *